Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Tampilkan postingan dengan label Aneka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneka. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 September 2025
Berangkulan dan Berpegangan Tangan dengan Syekh Khoory
Asnawin Aminuddin (kiri) berpegangan tangan dengan Syekh Mohammed M.T. Khoory, di depan Masjid Subulussalam Al-Khoory Kampus Unismuh Makassar, Rabu, 17 September 2025.
Minggu, 26 Januari 2025
Hikmah Isra’ Mi’raj
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 17 / Al-Isra’: ayat 1)
Senin, 02 Januari 2017
Dapiwil Muhammadiyah Sulsel: Syaiful Amir Terbaik, Mansyur Qadir Tertua
Selasa, 04 Agustus 2015
DPD IMM Sulsel Bagikan Buku ke Peserta Diskusi
Makassar--Setelah menggelar diskusi buku di Aula Bazar KH Ahmad Dahlan Monumen Mandala, panitia Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sulsel membagikan buku Biografi Intelektual Ahmad Syafi’i Maarif kepada 100 pendaftar pertama yang menghadiri diskusi tersebut. Selasa (04/08)
Salah seorang Anggota IMM Ismi Kurnia Dewi Istian yang termasuk 100 pendaftar pertama menjelaskan bahwa buku tersebut menceritakan biogradi Buya Syafi’i Maarif sebagai seorang tokoh yang paling utama di Muhammadiyah.
“Dalam buku ini juga menjelaskan bahwa Buya Syafi’i bukanlah seorang yang memberikan pandangan liberalisme melainkan seorang sosok budiman yang memberikan pandangan-pandangan yang mengedepankan ketauhidan,” ungkapnya. (Nurfadhilah Bahar/Nurfathanah Taslim)
DPD IMM Se-Sulselbar Adakan Diskusi Buku
Makassar--Sebagai rangkaian Muktamar
Muhammadiyah ke-47 dan satu abad ‘Aisyiyah, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) sulawesi selatan mengadakan bedah buku
bekerja sama dengan Ma’arif institute di Aula Bazar KH. Ahmad Dahlan
Monumen Mandala, Selasa (04/08) sore tadi.
Diskusi buku Muazin Bangsa dari Makkah Darat, Biografi intelektual
Ahmad Syafii Maarif, yang dibahas dalam forum diskusi buku tersebut
menghadirkan Keynote speaker prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif beserta
tiga pembicara lainnya yaitu Prof. Dr. Azyumardi Azra (cendekiawan
muslim), Prof. Muhammad Ali (univ. Calivornia at Riverside, USA), dan
Fajar Riza Ul Haq, MA (Maarif Institute).
Sekretaris Panitia, Ahmad Dahlan, mengatakan peserta yang hadir untuk
menyaksikan bedah buku tersebut lebih dari yang dipersiapkan. Jumlah
mereka membludak karena pentingnya sebuah forum diskusi buku.
“Peserta kali ini untuk umum dan 100 pendaftar pertama kita berikan buku gratis dari ma’arif institute,”ungkapnya.
Diskusi ini merupakan forum intelektual yang diharapkan agar anak-anak
muda Muhammadiyah menjadi penerus persyarikatan dan tidak kalah dengan
penerus-penerus Bangsa ini. Dengan hadirnya forum tersebut mengajak Anak
muda Muhammadiyah agar bisa lebih hebat dari pembicara-pembicara yang
hadir.
“Sebagai pembangkit semangat aja untuk anak muda,” harap Ahmad.
Dahlan juga menambahkan, kiblat intelektual atas paradigma yang
terbangun saat ini terlihat berada di Jawa namun paradigma tersebut
perlu dibantah dan menunjukkan bahwa orang sulsel mempunyai kapasitas
intelektual yang lebih.
“Anak-anak sulsel memiliki kapasitas intelektual yang tidak kalah dengan
orang-orang jawa,” tambah Sekretaris PC IMM Kota Makassar ini.
(Nurfathanah Taslim/Nurfadhilah Bahar)
Senin, 03 Agustus 2015
Semarakkan Muktamar, DPD IMM Sulsel Gelar Dialog
Makassar--Dalam rangka menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah ke 47 dan seabad Aisyiah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Dialog Keummatan yang bertajuk "Islam Pencerahan untuk Indonesia Berkemajuan"di Aula KH Ahmad Dahlan Monumen Mandala Makassar. Senin (03/08)
Kegiatan tersebut menghadirkan Imam Besar New York Amerika, Shamsi Ali dan penulis Syarifuddin Jurdi.
Muhammad Ramdan sebagai perwakilan DPD IMM Sulsel menyampaikan bahwa memeriahkan Muktamar juga dapat dilakukan dengan dengan menghadirkan event-event maupun dialog-dialog agar para pengunjung tidak jenuh. (Nurfadhilah Bahar)
Rabu, 20 Mei 2015
Matahari Bersinar di Bumi Lasinrang
SEMINAR. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Dr KH Mustari Bosra (duduk keempat dari kiri) foto bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pinrang, H Saleng (duduk ketiga dari kanan), serta beberapa pengurus Muhammadiyah Sulsel, pengurus Muhammadiyah Pinrang, dan Aisyiyah Pinrang, di Gedung Serba Guna Aisyiyah, Pinrang, Selasa malam, 19 Mei 2015. (ist)
Sabtu, 15 Februari 2014
Muhammadiyah Sulsel dan Ormas Islam Bahas Tarjih
UNDANGAN KHUSUS. Prof Halide (akademisi dan ulama senior dari Unhas) diundang secara khusus untuk memberikan masukan-masukan Temu Kaji Materi Musyawarah Nasional ke-28 Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, yang dilaksanakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, di Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 15 Februari 2014. (Foto: Asnawin)
Jumat, 14 Februari 2014
HM Yunus Kadir Dalam Kenangan (1)
ALMARHUM YUNUS KADIR. Tokoh Muhammadiyah kelahiran tahun 1949 ini, begitu dikenal luas sebagai seorang dermawan yang berhati mulia. Tidak ada hitung-hitungnya. Misteri itu adalah saat-saat terakhir Yunus Kadir hendak 'dijemput' Al Khalik. Masih diberikannya kesempatan tiga kali untuk melantunkan istighfar. Permohonan ampun kepada Allah SWT yang selalu dipohonkan oleh setiap umatnya tatkala berdoa dan bermunajat. (ist)
Jumat, 24 Januari 2014
Muhammadiyah Samakan Semua Parpol
NETRAL. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Dr KH Alwi Uddin MAg, pada Peringatan Hari Jadi atau Milad ke-100 Muhammadiyah, di Hotel Taman Marannu, Jalan Baji Gau, Makassar, Makassar, Ahad, 19 Januari 2014, mengatakan: "Tahun 2014 ini merupakan tahun politik, dan sikap Muhammadiyah tidak akan pernah berubah dan tidak akan mendukung atau berafiliasi terhadap partai tertentu, karena Muhammadiyah itu netral." (Foto: Asnawin)
Minggu, 05 Januari 2014
Pak Kiai Pun Cemburu ke Agus Dwikarna
SETELAH resmi bebas dari tahanan Negara Bagian Pasay, Philipina, Selasa, 31 Desember 2013, dan setelah tiba di Kota Makassar, Agus Dwikarna langsung mengunjungi sesepuh Muhammadiyah Sulsel, KH Djamaluddin Amien, Jumat, 3 Januari 2014. (int)
Minggu, 22 Desember 2013
Iqbal Parewangi Dari Nomor 2 ke Nomor 17
AM IQBAL PAREWANGI yang mendapat nomor urut 2 sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2014-2019, Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan, kemungkinan akan berganti nomor urut menjadi nomor urut 17, jika wacana perubahan nomor urut yang dimulai dari nomor urut 16 diterapkan oleh KPU Pusat. (Foto: Asnawin)
Minggu, 29 September 2013
Mental Kapitalisme Merusak Umat Islam
KAJIAN. Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin Makassar Prof Arifuddin Ahmad (kedua dari kiri), Wakil Rektor I Unismuh Makassar Dr Rahman Rahim (kedua dari kanan), berbincang-bincang dengan Sekretaris PUT Unismuh Makassar Drs HM Husni Yunus (paling kiri), dan Ketua BEM PUT Unismuh Ramhan Katu, sebelum acara Kajian Islam Kontemporer, dibuka secara resmi. (ist)
Rabu, 17 Juli 2013
Muslim Uighur di China Dipaksa Makan Selama Ramadan
Muslim Uighur di Cina tak tenang menjalankan ibadah puasa selama
bulan Ramadan. Menurut juru bicara World Uighur Congress, Dilxadi Rexiti, para
pejabat pemerintah berulang kali masuk ke rumah-rumah warga Uighur untuk
memaksa mereka makan dan minum pada siang hari selama bulan Ramadan. Pengajian sepenuhnya dilarang dan tempat-tempat ibadah
diawasi ketat, terutama di utara Kota Karamay. (Foto: reuters| david gray)
Minggu, 16 Juni 2013
Da'i Harus Miliki Banyak "Senjata dan Peluru"
WORKSHOP MUBALLIGH HIJRAH. Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Asnawin (kanan), membawakan materi "Metode Pengelolaan TKA dan TPA", pada Workshop Muballigh Hijrah, di Rusunawa C Kampus Unismuh Makassar, Ahad, 16 Juni 2013. (ist)
Sabtu, 25 Mei 2013
Muhammadiyah Tidak Terlibat dalam Politik Kekuasaan
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, secara kelembagaan, Muhammadiyah tidak
terlibat dalam politik kekuasaan, tetapi sah-sah saja jika warga Muhammadiyah
terlibat dalam dukung mendukung calon dalam pemilihan kepala daerah. Warga (kader dan simpatisan)
Muhammadiyah adalah orang-orang cerdas yang tahu mana yang terbaik sebagai
calon pemimpin mereka, termasuk dalam memilih pemimpin daerah. (Foto: Asnawin)
Langganan:
Postingan (Atom)












