Tampilkan postingan dengan label Sosok - Tokoh - Figur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok - Tokoh - Figur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 September 2025

Berangkulan dan Berpegangan Tangan dengan Syekh Khoory

Asnawin Aminuddin (kiri) berpegangan tangan dengan Syekh Mohammed M.T. Khoory, di depan Masjid Subulussalam Al-Khoory Kampus Unismuh Makassar, Rabu, 17 September 2025.

Minggu, 21 Februari 2016

Yunan Yunus Kadir: Ikhlas Mengabdi dan Berbuat untuk Umat


“Sebagai anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga Muhammadiyah, saya tentu sudah cukup kenal organisasi ini. Saya sudah mengenal Muhammadiyah sejak SMP, karena aktif berlatih beladiri di Tapak Suci. Ayah memperkenalkan saya kepada pengurus Muhammadiyah dan mengikutkan saya dalam berbagai kegiatan di Muhammadiyah. Saya ikhlas mengabdi dan berbuat untuk umat melalui Muhammadiyah.”

- Yunan Yunus Kadir -
(Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel)

Selasa, 04 Agustus 2015

Kader Muhammadiyah Tidak Gila Jabatan



Pernah terjadi dalam sejarah pemilihan ketua, di antara sembilan formatur terpilih (waktu itu belum dipilih 13 pimpinan), tak satu pun yang bersedia menjadi ketua. Akhirnya, ke-13 formatur tersebut terpaksa memilih calon alternatif dan dipilihlah Buya Sutan Mansur.

Selasa, 21 April 2015

Jangan Pernah Takut Miskin Kalau untuk Muhammadiyah



Ber-Muhammadiyah selama puluhan tahun, mendapat amanah sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tana Toraja, mendapat kepercayaan sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, dan ditunjuk sebagai Ketua Umum Panitia Penerima Muktamar ke-47 Muhammadiyah dan Muktamar Aisyiyah. Begitulah perjalanan Haji Muhammad Yunus Kadir di Muhammadiyah. (Foto: Husni Yunus)

Selasa, 18 November 2014

In Memoriam KH Djamaluddin Amien: Muhammadiyah adalah Alat, Bukan Tujuan



Pada sekitar tahun 1997, saat Rapat Kerja Pimpinan Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan, di Masjid Ta'mirul Masajid, Jl Banda Lr 3 No 5 Kecamatan Wajo, Makassar, beliau sempat menangis tersedu-sedu di sela-sela kata sambutannya. Penyebabnya adalah kurangnya peserta yang hadir, terutama pengurus Muhammadiyah dari daerah-daerah. Beliau mengatakan, bagaimana nasib Muhammadiyah dan Islam ke depan di Sulawesi Selatan, jika sekarang saja sudah jarang orang yang berkenan mengurusnya? (int)

Selasa, 30 September 2014

Gerakan 1000 Buku, Rekor MuRI, dan Penghargaan Kongres AS



Melalui Gerakan Seribu Buku itu, Qadir Gassing ingin para dosen, mahasiswa, dan alumni UIN Alauddin menulis dan menghasilkan buku sebanyak 1.000 buah dalam empat tahun (periode kepemimpinan Qadir Gassing, 2011-2015). Maka terbitlah 250 buku karya para dosen, mahasiswa, dan alumni UIN Alauddin pada tahun 2012. Capaian tersebut kemudian tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MuRI) dan juga penghargaan dari Perpustakaan Kongres Amerika Serikar (Library of Congres USA). (int)

Selasa, 16 September 2014

Prof Qadir Gassing: Wujudkan Impian di UIN Alauddin



Setelah sukses dengan program Gerakan Seribu Buku yang menghasilkan Rekor MuRI (Museum Rektor Indonesia) dan penghargaan dari Perpustakaan Kongres Amerika Serikat, Prof Qadir Gassing selaku Rektor UIN Alauddin kemudian mengalihkan perhatiannya kepada perbaikan metodologi pengajaran. (Foto: Asnawin)

Jumat, 14 Februari 2014

HM Yunus Kadir Dalam Kenangan (1)


ALMARHUM YUNUS KADIR. Tokoh Muhammadiyah kelahiran tahun 1949 ini, begitu dikenal luas sebagai seorang dermawan yang berhati mulia. Tidak ada hitung-hitungnya. Misteri itu adalah saat-saat terakhir Yunus Kadir hendak 'dijemput' Al Khalik. Masih diberikannya kesempatan tiga kali untuk melantunkan istighfar. Permohonan ampun kepada Allah SWT yang selalu dipohonkan oleh setiap umatnya tatkala berdoa dan bermunajat. (ist)

Minggu, 05 Januari 2014

Pak Kiai Pun Cemburu ke Agus Dwikarna


SETELAH resmi bebas dari tahanan Negara Bagian Pasay, Philipina, Selasa, 31 Desember 2013, dan setelah tiba di Kota Makassar, Agus Dwikarna langsung mengunjungi sesepuh Muhammadiyah Sulsel, KH Djamaluddin Amien, Jumat, 3 Januari 2014. (int)