Rabu, 01 April 2015

Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2010-2015


Berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nomor: 177/KEP/I.0/B/2010, tentang Tanfidz Keputusan Muktamar Satu abad Muhammadiyah (Muktamar Muhammadiyah ke-46), maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengesahkan hasil pemilihan Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2010-2015, sebanyak 13 orang.

Senin, 23 Februari 2015

Tari Empat Etnis, Ganrang Bulo, dan Paraga Ramaikan Pembukaan Muktamar Muhammadiyah


RAPAT PANITIA. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Dr KH Alwi Uddin MAg (pakai kopiah, paling kanan) memberikan pengarahan pada Rapat Panitia Penerima Muktamar ke-47 Muhammadiyah dan Aisyiyah, di Sekretariat Panitia Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 21 Februari 2015. (Foto: Asnawin)

Rabu, 28 Januari 2015

Panitia Muktamar Muhammadiyah Intensifkan Pertemuan



Ketua Umum Panitia Penerima Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan Muktamar Aisyiyah ke-47, Syaiful Saleh (duduk kedua dari kanan), Wakil Ketua Umum KH Iskandar Tompo (duduk paling kanan), Wakil Sekretaris Umum Syamsuriadi P Salenda (berdiri ketiga dari kanan), Wakil Bendahara Dr Mahmud Nuhung (berdiri paling kiri), Koordinator Humas, Syiar, dan Dokumentasi Husni Yunus (berdiri kedua dari kanan), Ketua Seksi Humas Asnawin Aminuddin (berdiri paling kanan), dan Sekretaris Panitia Otorita Aisyiyah, Nurlinda Azis (duduk paling kiri). (Foto: Taufik)


Muktamar Muhammadiyah di Makassar, Harga Diri Orang Sulsel



Muktamar Muhammadiyah ke-47 adalah harga diri orang Sulsel. Begitulah salah satu kalimat yang tertulis pada salah satu dari 10 bando atau baliho berukuran jumbo yang akan dipajang pada sejumlah lokasi strategis di Kota Makassar.

Minggu, 25 Januari 2015

Buku Sejarah Muhammadiyah Diluncurkan Saat Muktamar



BUKU SEJARAH. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan bekerjasama Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel, pernah menerbitkan buku sejarah Muhammadiyah pada seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel yang dibagi-bagikan kepada peserta Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulsel, di Wajo, Sulawesi Selatan, tahun 1990. (Foto: Asnawin)